• Profil Walt Whitman Rostow

Walt Rostow, the grandson of Jewish immigrants , was born in New York on 7th October, 1916.Walt Whitman Rostow, lahir di New York, 7 Oktober 1916. Walt Whitman Rostow adalah anak dari imigran Rusia Victor Harun dan Lillian ( Helman ) Rostow. He attended Yale University, receiving a BA in 1936.Walt Whitman Rostow adalah seorang Ekonom Amerika dan penasehat keamanan nasional yang membantu membentuk kebijakan AS di Perang Vietnam, menasihati Presiden Lyndon B. Johnson untuk meningkatkan keterlibatan negara dalam konflik. Pada tahun 1936 – Walt completed a BA degree from Yale and won a Rhodes scholarship.1936, Ia belajar di Universitas Yale, menerima gelar BA. Following graduation, Rostow continued his studies, first as a Rhodes scholar at Baillol College, Oxford University, 1936-1938, and then as a graduate student at Yale University, 1938-1940. Setelah lulus, Rostow melanjutkan studinya, pertama sebagai sarjana di Baillol Rhodes College, Oxford University, 1936 -1938, dan kemudian sebagai mahasiswa pascasarjana di Yale University, 1938 – 1940. After receiving a Ph.D.Setelah menerima gelar Ph.D. in economics from Yale University in 1940, Rostow taught for one year as an instructor in economics at Columbia University.di bidang ekonomi dari Yale University pada tahun 1940, Rostow mengajar selama satu tahun sebagai instruktur di bidang ekonomi di Columbia University. Pada tahun With the outbreak of World War II Rostow joined the Office of Strategic Services, soon achieving the rank of major.1942 – Walt began his public service in the US Army, for which he volunteered.1942, Rostow memulai pelayanan publik di Angkatan Darat AS, dimana ia menjadi relawan. Tahun 1945 – Rostow accepted a brief assignment in the State Department as assistant chief of the German-Austrian Economic Division.1945, Rostow menerima penugasan singkat di Departemen Luar Negeri sebagai asisten kepala Jerman – Austria Divisi Ekonomi. Tahun 1951 – Professor of Economic History at Massachusetts Institute of Technology.1951, Ia menjadi Guru Besar Sejarah Ekonomi di Massachusetts Institute of Technology. Tahun 1955 – Rockefeller asked Rostow to be chairman of an important meeting at Quantico in June consisting mainly of prominent academicians outside the bureaucratic mainstream.1955, Rockefeller meminta Rostow untuk menjadi ketua dari pertemuan penting di Quantico pada bulan Juni terutama dari akademisi terkemuka di luar arus utama birokrasi. Tahun 1960 – Popularized the linear stages theory of economic development with his booklet, Stages of Economic Growth.1960, Rostow mengemukakan teori tahap – tahap pembangunan ekonomi dengan buklet, Stages of Economic Growth. Tahap – tahap pembangunan ekonomi itu adalah 1) masyarakat tradisional, 2) prasyarat untuk take – off, 3) take – off, 4) dorongan untuk kedewasaan, dan 5) usia konsumsi massa tinggi. As its subtitle – “a non-communist manifesto” – indicated, Rostow’s book argued for the efficacy of the capitalist development model, an argument aimed especially at the newly developing nations of the Third World.Tahun 1961 – The president asked him to go to South Vietnam with General Maxwell Taylor in October to assess the situation there and to make recommendations.1961 Presiden memintanya untuk pergi ke Vietnam Selatan dengan Jenderal Maxwell Taylor di bulan Oktober untuk menilai situasi disana dan untuk membuat rekomendasi. Tahun 1966 – He came back to the White House as Special Advisor for National Security Affairs, back in the loop in a very high-profile position.1966, Ia datang kembali ke Gedung Putih sebagai Penasihat Khusus untuk Urusan Keamanan Nasional. Tahun A strong backer of bombing and of the pursuit of military victory at a time when the Vietnam war began to fall out of favor with the American public, Walt became a prime target in the anti-war protest movement of the period.

YahunTYfgdsb1969 – He settled down at The University of Texas at Austin as the Rex G. Baker Professor of Political Economy and professor of history.1969, Ia duduk di The University of Texas di Austin sebagai Profesor Baker G. Rex Politik Ekonomi dan profesor sejarah dan – He was awarded the Presidential Medal of Freedom.ia dianugerahi Presidential Medal of Freedom.2003 – He remained a prolific researcher and dedicated teacher until his death on February 13th. Tahun 2003, Ia tetap menjadi peneliti produktif dan berdedikasi guru hingga kematiannya pada 13 Februari 2003.

  • Sejarah dan Teori Pembangunan Walt Whitman Rostow    

Teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh Walt Whitman Rostow merupakan ganda depan dari Linear Stage of Growth Theory. Pada Dekade 1950 – 1960, Teori Rostow banyak mempengaruhi pandangan dan persepsi para ahli ekonomi mengenai strategi pembangunan yang harus dilakukan. Teori Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan yang telah dialami oleh negara – negara maju terutama Eropa. Dengan mengamati proses pembangunan di  negara – negara Eropa dari mulai abad pertengahan hingga abad modern, maka kemudian Rostow memformukasikan pola pembangunan yang ada menjadi tahap – tahap evolusi dari suatu pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara – negara tersebut. Menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi suatu masyarakat modern merupakan proses yang berdimensi banyak. Pembangunan ekonomi menurutnya bukan saja menyangkut perubahan dalam stuktur ekonomi tetapi juga menyangkut proses yang menyebabkan :

  1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi
  2. Perubahan masyarakat
  3. Perubahan cara penanaman modal, dari penanaman modal yang tidak produktif kepada yang lebih produktif
  4. Perubahan cara masyarakat dalam menentukan kedudukan seseorang dari family system menjadi seseorang yang sanggup melaksanakan pekerjaan
  5. Perubahan pandangan masyarakat yang pada mulanya berkeyakinan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh alam, selanjutnya berpandangan bahwa manusia harus memanipulasi keadaan alam sekitarnya untuk menciptakan kemajuan

Rostow mengartikan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat, yaitu perubahan politik, struktural sosial, nilai sosial dan struktur kegiatan ekonominya. Dalam bukunya yang berjudul ” The Stages of Ekonomic ” ( 1960 ), Rostow mengemukakan tahap – tahap dalam proses pembangunan ekonomi yang dialami oleh setiap negara pada umumnya ke dalam lima tahap, yaitu :

  1. The Traditional Society ( Masyarakat Tradisional )
  2. The Precondition For Take – Off ( Prasyarat Lepas Landas )
  3. The Take – Off ( Tinggal Landas )
  4. The Drive to Maturity ( Tahap Kematangan )
  5. The Sge of High Mass Consumtion ( Masyarakat Berkonsumsi Tinggi )

Tahapan – tahapan ini bukanlah sekedar uraian desktiptif. Tidak pula hanya sekedar generalisasi observasi – observasi fakta tertentu tentang urutan kemajuan masyarakat modern. Di dalamnya terkandung logika yang kuat dan berkesinambungan. Di bawah ini penjelasan dari tahap – tahap pembangunan menurut Rostow.

v The Traditional Society ( Masyarakat Tradisional )

Masyarakat tradisional dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di dalam fungsi produksi yang terbatas yang didasarkan pada teknologi dan ilmu pengetahuan serta sikap yang masih primitif dan berfikir irasional. Ini tidak berarti bahwa dalam masyarakat seperti ini sama sekali tidak terjadi perubahan ekonomi. Sebenarnya, banyak tanah dapat digarap, skala dan pola perdagangan dapat diperluas, manufaktur dapat dibangun dan produktifitas pertanian dapat ditingkatkan sejalan dengan peningkatan penduduk dan pendapatan nyata. Tetapi fakta menunjukan bahwa keinginan untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi modern secara teratur dan sistematis tertumbuk pada adanya suatu batas yaitu ” tingkat output per kapita yang dicapai ” Bukan karena tidak adanya daya cipta dan pembaharuan, tetapi karena tidak ada sarana dan prasarana.

Struktur sosial masyarakat seperti itu bersifat berjenjang, hubungan darah dan keluarga memainkan peranan yang menentukan. Kekuasaan politik terpusat di daerah, di tangan bangsawan pemilik tanah yang didukung oleh sekelompok serdadu dan pegawai negeri. Lebih dari 75% penduduk yang bekerja di bidang pertanian. Pertanian biasanya menjadi sumber utama pendapatan negara dan para bangsawan, yang kemudian dihamburkan untuk pembangunan candi atau monumen lain, pesta penguburan dan perkawinan atau untuk perang.

v The Precondition For Take – Off ( Prasyarat Lepas Landas )

Tahap kedua ini merupakan masa transisi dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern dan prasyarat – prasyarat pertumbuhan mulai dibangun atau diciptakan. Di Inggris Prasyarat bagi pertumbuhan berikutnya seperti itu diciptakan secara perlahan – lahan. Begitu pula di Eropa Barat, yaitu mulai akhir abad ke – 15 dan awal abad ke – 16, pada waktu abad pertengahan berakhir dan abad Modern bermula. Prasyarat lepas landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan : Renesans atau Era Pencerahan, Kerajaan Baru, Dunia Baru dan Agama Baru atau Reformasi. Kekuatan ini menempatkan “ penalaran “ ( reasoning ) dan “ ketidakpercayaan “ ( skepticism ) sebagai pengganti “ kepercayaan “ ( faith ) dan “ kewenangan “ ( authority ),  Mengakhiri feodalisme dan membawa ke kebangkitan nasional negara kebangsaan, menanamkan semangat pengembaraan yang menghasilkan berbagai penemuan baru dan pembaharuan serta timbulnya kaum borjuis ( golongan elit ) di kota – kota baru. Kekuatan ini bersifat instrumental di dalam melahirkan perubahan sikap, harapan, struktur dan nilai – nilai sosial. Singkatnya, prasyarat – prasyarat tersebut muncul tidak dari dalam tetapi merupakan desakan dari luar. Di Eropa misalnya ( kecuali Inggris ), tahap penciptaan prasyarat ini berakhir dengan berkuasanya Napoleon Bonaparte yang tentaranya berjaya menanamkan sikap dan gagasan – gagasan baru yang melahirkan perubahan struktur masyarakat tradisional dan meratakan jalan bagi penyatuan Jerman dan Italia.

Bagaimanapun proses penciptaan prasyarat lepas landas dari masyarakat tradisional berjalan menurut arah ini : ” Pada mulanya berkembang suatu gagasan bahwa kemajuan ekonomi bukan sesuatu yang mustahil dan merupakan satu syarat penting bagi tujuan lain yang dianggap terbaik, baik itu berupa kebanggaan nasional, keuntungan pribadi, kesejahteraan umum, atau kehidupan yang lebih baik bagi anak – cucu. Pendidikan sekurang – kurangnya bagi beberapa orang tertentu, meluas dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan kehidupan modern. Manusia – manusia baru yang mau bekerja keras dan muncul memasuki sektor ekonomi swasta, pemerintah atau kedua – duanya, manusia baru yang bersedia menggalakan tabungan dan mengambil resiko dalam mengejar keuntungan modernisasi. Bank dan lembaga lain untuk mengerahkan modal bermunculan. Investasi meningkat di bidang pengangkutan, perhubungan dan di bidang bahan mentah yang mempunyai daya tarik ekonomis bagi bangsa lain. Jangkauan perdagangan, ke dalam dan ke  luar, menjadi luas. Dimana – mana muncul perusahaan manufaktur yang menggunakan metode baru. Prasyarat yang diperlukan untuk mempertahankan industrialisasi itu menurut Rostow biasanya memerlukan perubahan radikal pada tiga sektor non industri :

  1. Perluasan modal overhead sosial, khususnya di bidang transpor, untuk memperluas pasar, untuk menggarap sumber alam lebih produktif dan untuk memungkinkan negara dapat memerintah secara efektif
  2. Revolusi teknologi di bidang pertanian, sehingga produktivitas pertanian meningkat untuk memenuhi permintaan penduduk kota yang semakin membesar dan penduduk lain pada umumnya
  3. Perluasan impor, termasuk impor modal, yang dibiayai oleh produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor

Pembangunan yang berkesinambungan dan perluasan industri modern dapat terjadi terutama dengan menanamkan kembali keuntungan ke saluran investasi yang menguntungkan. Sebagaiman Rostow katakan ” Hakikat masa peralihan dapat digambarkan sebagai kenaikan investasi ke suatu tingkat yang secara teratur, mendasar, dan nyata melampaui tingkat pertumbuhan penduduk ”.

” Nasionalisme Reaktif ”, yaitu reaksi melawan ketakutan akan dominasi asing, berfungsi  sebagai kekuatan potensial di dalam melahirkan masa transisi tersebut. ” Di Jepang misalnya, bukan hasrat untuk mendapatkan keuntungan besar atau barang – barang pabrik baru yang telah mendorong diambilnya keputusan untuk melakukan modernisasi, tetapi karena pengaruh para candu di Cina pada awal 1940an ”.

Tetapi di daerah jajahan, kebijaksanaan penjajah untuk membangun modal overhead sosial yang sebenarnya adalah untuk memenuhi keperluan mereka sendiri dan membantu menggerakkan masyarakat tradisional ke arah transisi tersebut. Meluasnya pendidikan modern secara perlahan menghasilkan transformasi di bidang pemikiran, pengetahuan dan sikap anggota masyarakat dan semangat nasionalisme yang semakin tinggi mulai memusuhi penguasa kolonial tersebut. Akhirnya, karena pengaruh kuat         ” International Demonstration Effect ”, orang membutuhkan produk industri modern dan teknologi modern itu sendiri.

v The Take – Off ( Lepas Landas )

Tahap lepas landas merupakan titik yang menentukan di dalam kehidupan suatu masyarakat ” ketika pertumbuhan mencapai kondisi normal, kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat istiadat dan lembaga – lembaga. Nilai – nilai dan kepentingan masyarakat tradisional membuat terobosan baru yang menentukan dan kepentingan bersama membentuk struktur masyarakat tersebut “. Dengan istilah kepentingan bersama ini Rostow menunjukkan bahwa pembangunan biasanya berjalan menurut deret ukur seperti rekening tabungan yang bunganya dibiarkan bergabung dengan simpanan      pokok “. Di tempat lain Rostow mendefinisikan lepas landas sebagai suatu masa dimana berlakunya perubahan yang sangat drastis dalam masyarakat seperti revolisi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi atau berupa terbentuknya pasar baru.

Periode lepas landas di duga tidak memakan waktu lama, hanya kira – kira dua dasawarsa. Rostow memperkirakan jangka waktu lepas landas yang dilalui oleh negara – negara yang dianggap telah ” mengudara ” masing – masing sebagai berikut ( lihat tabel dibawah ) :

Negara

Take  – Off

Negara

Take  – Off

Inggris 1783 – 1802 Jepang 1878 – 1900
Prancis 1830 – 1860 Rusia 1890 – 1914
Belgia 1833 – 1860 Kanada 1896 – 1914
Amerika Serikat 1843 – 1860 Argentina 1935
Jerman 1850 – 1873 Turki 1937
Swedia 1868 – 1890 India 1952

 

Untuk mengetahui suatu negara apakah sudah mencapai tahap lepas landas atau belum, Rostow mengemukakan tiga ciri lepas landas, yaitu :

  1. Berlakunya penanaman modal yang produktif dari 5% menjadi 10% dari produksi nettonya.
  2. Berlakunya perkembangan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju yang tinggi.
  3. Adanya atau terciptanya suatu dasar politik, sosial dan institusional yang akan menciptakan pertumbuhan yang terus – menerus atau self sustained growth.

Mari kita lihat kondisi ini lebih rinci,

  • Tingkat Investasi Netto Melebihi 10% dari Pendapatan Nasional

Salah satu kondisi penting lepas landas adalah kenaikan output per kapita harus melebihi tingkat pertumbuhan penduduk, demi mempertahankan tingkat pendapatan per kapita yang lebih tinggi di dalam perekonomian. Sebagaimana dijelaskan Rostow,            ” Apabila kita misalkan rasio modal / output marginal pada tahap awal pembangunan adalah 3,5 : 1 dan kita asumsikan kenaikan penduduk sebesar 1 – 1,5% per tahun, maka jelas bahwa sebesar 3,5 dan 5,25% dari PNN ( Pendapatan Nasional Netto ) harus secara teratur diinvestasikan apabila PNN per kapita hendak dipertahankan. Dengan asumsi ini, kenaikan PNN per kapita sebesar 2% per tahun memerlukan investasi secara teratur sebesar 10,5 sampai 12,5% dari PNN. Berdasarkan definisi dan asumsi itu, maka peralihan dari kenaikan PNN per kapita yang semula relatif mandeg itu menjadi teratur yang diinvestasikan secara produktif  ditingkatkan dari sekitar 5% menjadi sekitar 10%.

Kasus yang diterangkan Rostow di atas didasarkan pada anggapan bahwa tambahan rasio modal output dan laju pertumbuhan penduduk konstan. Pengaruh pertambahan tenaga kerja demikian tidak dipertimbangkan. Tetapi selama lepas landas rasio modal output cenderung menurun diikuti dengan perubahan dalam pola investasi, dan proporsi investasi netto terhadap pendapatan nasional adalah sebesar 5 sampai 10%, yang dengan kata lain melampaui laju pertumbuhan penduduk.

  • Perkembangan Sektor – Sektor Penting

Syarat lain lepas landas adalah perkembangan salah satu atau beberapa sektor penting di dalam perekonomian. Rostow menganggap sektor penting itu sebagai ” tulang punggung ”dari tahap pembangunan ekonomi tersebut. Biasanya ada tiga sektor di dalam suatu perekonomian, yaitu :

  1. Sektor Pertumbuhan Primer. Kemungkinan inovasi atau menggarap sumber  baru atau yang belum tergarap menghasilkan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada sektor ekonomi lainnya. Tekstil katun di Britania dan Inggris Baru pada tahap awal pertumbuhannya masuk dalam kategori ini.
  2. Sektor Pertumbuhan Suplementer. Pertumbuhan pesat terjadi sebagai konsekuensi perkembangan sektor pertumbuhan primer tersebut. Pembangunan kereta api misalnya adalah suatu sektor pertumbuhan primer dan perluasan industri di bidang besi, batu bara dan baja dapat dianggap sebagai sektor pertumbuhan suplementer.
  3. Sektor Pertumbuhan Turunan. Pertumbuhan terjadi ” dalam kaitannya yang agak tetap dengan pertumbuhan di bidang pendapatan nasional, penduduk, produksi industri atau beberapa variabel lainnya yang secara keseluruhan meningkat agak  cepat ”. Contohnya adalah produksi makanan dan pembangunan perumahan dalam hubungannya dengan penduduk.

Menurut catatan sejarah, sektor – sektor ini mencakup tekstil di Inggris sampai kereta api di Amerika Serikat, Rusia, Jerman dan Perancis serta penebangan kayu modern di Swedia. Pertanian modern juga merupakan bagian dari sektor – sektor yang penting. Pertumbuhan pesat Denmark dan Selandia Baru menghasilkan produksi ilmiah daging babi, telur, mentega dan daging domba. Dengan demikian jelas bahwa dalam lepas landas tidak ada urut – urutan sektoral dan tidak ada satu sektor pun yang merupakan kunci ajaib.

Menurut Rostow, pertumbuhan cepat sektor – sektor utama tergantung pada adanya empat faktor dasar :

  1. Harus ada kenaikan permintaan efektif terhadap produk sektor – sektor tersebut, yang biasanya dicapai melalui impor modal atau melalui peningkatan tajam pendapatan nyata.
  2. Harus ada pengenalan fungsi produksi baru dan perluasan kapasitas di sektor – sektor tersebut.
  3. Harus ada keuntungan investasi dan modal lebih dulu yang memadai untuk lepas landas pada sektor – sektor penting ini.
  4. Sektor – sektor penting harus mendorong perluasan output di sektor lain melalui transformasi teknik.
  • Kerangka Budaya Yang Mendorong Ekspansi

Persyaratan terakhir bagi lepas landas ialah hadir atau munculnya kerangka budaya yang mendorong ekspansi di sektor modern. Syarat penting untuk ini ialah kemampuan perekonomian untuk menggalakkan lebih besar guna meningkatkan permintaan efektif terhadap barang -  barang pabrik, dan kemampuan untuk menciptakan ekonomi eksternal melalui ekspansi sektor – sektor penting. Seperti dikatakan Rostow:     ” Lepas landas memerlukan seperangkat prasyarat besar – besaran, sampai ke jantung organisasi ekonomi masyarakatnya, politiknya dan tatanan efektif nilai – nilainya. Dalam tahap ini, orang – orang yang ingin memodernkan perekonomian biasanya meraih secara definitif, baik di bidang sosial, ekonomi maupun budaya, atas orang – orang yang bersikeras ingin mempertahankan masyarakat tradisional atau yang mau mencari tujuan lain. Secara keseluruhan, ini mendorong masyarakat untuk memusatkan dan terus melakukan segala upaya menyebarluaskan teknologi modern ke luar sektor yang telah dimodernkan selama masa lepas landas tersebut.

Tahap lepas landas dijelaskan pada gambar dibawah. Sumbu X menggambarkan PNN, sumbu Y menggambarkan jumlah tabungan, investasi netto, dan modal. S adalah kurva tabungan. Ko Yo dan K1 Y1  adalah kurva rasio modal – output yang digambarkan miring ke bawah. Keduanya sejajar untuk menunjukkan adanya rasio yang konstan, dalam hal ini OKo/OYo = OK1/OY1. TYo/YoY1 adalah rasio model output marginal.

Semula pada masa pra – lepas landas masyarakat mempunyai kurva tabungan yang sangat mendatar dan kurva modal – output yang sangat curam. Hal ini menandakan bahwa orang hanya menyisihkan sebagian kecil saja dari pendapatannya untuk tabungan dan rasio modal outputnya adalah sangat tinggi. Pada periode waktu O, begitu investasi netto OIo dilakukan, investasi ini akan meningkatkan stok modal yang menjadi produktif dan menaikkan PNN menjadi OY1 ( =Y1 T1 ) terjadi, sebagian rangsang utama mendorong pertumbuhan modal produktif tersebut lebih cepat lagi sehingga rasio modal – output turun menjadi T1Y1/Y1Y2. Sebagai akibatnya, pola investasi berubah dan kurva rasio modal – output yaitu T1Y2 menjadi lebih datar. PNN naik menjadi OY2 yang selanjutnya menaikkan investasi menjadi OI2 ( =Y2 T2 ). Dengan kenaikan ini berarti perekonomian telah lepas landas.

Jadi lepas landas tersebut didahului oleh suatu rangsang atau dorongan kuat seperti misalnya perkembangan suatu sektor penting atau revolusi politik yang membawa perubahan mendasar dalam proses produksi, atau kenaikan proporsi investasi netto menjadi lebih dari 10 persen dari pendapatan nasional yang melampaui pertumbuhan penduduk.

 

v The Drive to Msaturity ( Tahap Kematangan )

Rostow mendefinisikannya sebagai “ tahap ketika masyarakat dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumber daya mereka”. Ini merupakan satu tahap pertumbuhan dalam jangka panjang yang melebihi masa empat dasawarsa. Berbagai sektor penting baru tercipta. Tingkat investasi netto lebih dari 10 persen dari pendapatan nasional. Dan perekonomian mampu menahan segala goncangan yang tak terduga.

Rostow memberikan tahun – tahun simbolik kematangan teknologi pada negara – negara berikut ini :

  • Inggris                   1850
  • Amerika Serikat    1900
  • Jerman                   1910
  • Perancis                 1910
  • Swedia                  1930
  • Jepang                   1940
  • Rusia                     1950
  • Kanada                  1950

Pada waktu suatu negara berada pada tahap kedewasaan teknologi ada tiga perubahan penting yang terjadi :

  1. Sifat tenaga kerja berubah. Ia berubah menjadi terdidik. Orang lebih suka tinggal atau hidup di kota dari pada di desa. Upah nyata mulai meningkat dan para pekerja mengorganisasi diri untuk mendapat jaminan sosial dan ekonomi yang lebih besar.
  2. Watak para pengusaha berubah. Pekerja keras dan kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus dan sopan.
  3. Masyarakat merasa bosan pada kejadian industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan lebih jauh.

v The Age of High Mass Consumtion ( Masyarakat Berkonsumsi Tinggi )

Abad konsumsi masyarakat besar – besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota, pemakaian mobil secara luas, barang – barang konsumsi dan peralatan tumah tangga yang tahan lama. Pada tahap ini, ” keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, dari persoalan produksi ke persoalan konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas ”. Tetapi ada tiga kekuatan yang nampak cenderung meningkatkan kesejahteraan di dalam tahap purna dewasa ini, yaitu :

  1. Penerapan kebijaksanaan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melalui batas – batas nasional.
  2. Ingin memiliki satu negara yang sejahtera dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui pajak progresif, peningkatan jaminan sosial, dan fasilitas hiburan bagi para pekerja.
  3. Keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting seperti mobil, rumah murah, dan berbagai peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik dan sebagainya.

Kecenderungan kepada konsumsi besar – besaran barang yang tahan lama, ketiadaan pengangguran dan peningkatan kesadaran  akan jaminan sosial, membawa kepada laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.

Menurut sejarah, Amerika Serikat adalah negara pertama ( 1920 ) yang mencapai era konsumsi masyarakat besar – besaran seperti itu diikuti Inggris pada tahun 1030an, Jepang dan Eropa Barat pada tahun 1950an dan Rusia.

  • Syarat Tercapainya Pembangunan Walt Whitman Rostow

Sebagai catatan, masa take – off dialami Inggris pada periode 1783 – 1802, Perancis pada periode 1830 – 1960,  Amerika Serikat pada periode 1843 – 1860, Jerman pada periode 1850 – 1873 dan Rusia pada periode 1980 – 1914. Bagaimana dengan Indonesia ? Ada yang mengatakan kita sudah memasuki tahap lepas landas, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa kita berada di tahap transisi ( pra take – off ). Alasan yang mengatakan kita belum sampai pada tahap lepas landas ialah kenyataan masih banyaknya hambatan – hambatan sosial politik yang belum dapat diatasi.

Secara keseluruhan, proses sebagaimana dijelaskan Rostow di atas hanya bisa berlangsung jika dipenuhi beberapa kondisi, antara lain :

v Pemerintah yang stabil

v Adanya perbaikan dalam tingkat pendidikan

v Adanya sekelompok inovator dan wiraswastawan yang mampu memanfaatkan tabungan masyarakat

v Mengembangkan perdagangan

Yang terpenting adalah usaha agar tabungan dan investasi dapat ditingkatkan hingga mencapai sepuluh persen dari pendapatan nasional. Selain itu, secara implisit Rostow menyebutkan bahwa untuk dapat maju, diperlukan informasi sosial. Untuk itu, negara – negara berkembang dapat mencontoh langkah – langkah yang dilakukan oleh negara maju seperti Amerika Serikat dulunya.

  • Kritik Terhadap Tahap – Tahap Pembangunan Walt Whitman Rostow

“ Tahap – tahap pertumbuhan ekonomi ” Rostow merupakan ekonom yang mendapatkan komentar pada tahun – tahun terakhir ini. Salah satu dari para ekonom yang meragukan pembagian sejarah ekonomi kedalam lima tahap pembangunan seperti dikemukakan Rostow adalah Kuznet. Apakah tahap – tahap ini tak terelakkan seperti kelahiran dan kematian, atau apakah tahap tersebut seperti serentetan urutan masa kanak – kanak, remaja, dewasa, dan usia tua ? Dapatkah orang mengatakan dengan tepat bahwa suatu tahapan telah selesai dan dan tahap yang lain telah dimulai ? Mempertahankan pendapat bahwa setiap perekonomian mengikuti jalur perkembangan yang sama dengan masa silam yang sama dan masa depan yang sama adalah terlalu mensistematisasikan kekuatan – kekuatan pembangunan yang sebenarnya bersifat kompleks dan terlalu menggeneralisasikan urutan – urutan tahap – tahap tersebut secara tak beralasan.

Marilah kita ulas tahap – tahap ini secara rinci :

  1. Masyarakat tradisional tidak perlu bagi perkembangan. Beberapa bangsa seperti Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia, dilahirkan tanpa sebagai masyarakat tradisional dan mereka mewarisi apa yang disebut pra – kondisi dari Inggris, suatu negara yang telah maju. Jadi pertumbuhan suatu negara tidak mesti melalui tahap pertama ini.
  2. Pra – kondisi, tidaklah mesti mendahului tahap lepas landas. Misalnya, tidak ada alasan untuk percaya bahwa suatu revolusi pertanian dan pembentukan modal sosial overhead di bidang pengangkutan harus terjadi sebelum lepas landas.
  3. Tumpang tindih tahapan. Pengalaman kebanyakan negara mengajarkan kepada kita bahwa perkembangan dalam pertanian tetap berlangsung terus meski dalam tahap lepas landas. Lepas landas negara Selandia Baru dan Denmark misalnya, dikaitkan dengan perkembangan di bidang pertanian. Sama halnya, modal sosial overhead di bidang pengangkutan khususnya perkeretaapian, seperti kata Rostow sendiri. Ini menunjukkan adanya tumpang tindih dalam berbagai tahap tersebut.

Kritik terhadap lepas landas. Tahap paling kontroversial dan banyak dibicarakan orang adalah tahap lepas landas. Sebagaimana dikatakan Cairncross :       ” Tahapan yang telah mengundang pendapat orang banyak tak diragukan lagi adalah tahap lepas landas. Oleh karena itu jelas bahwa kiasan dunia penerbangan itu – dilanjutkan dengan ungkapan pertumbuhan swasembada yang memberikan kesan sesaat akan adanya ketidaksulitan dan keberesan yang cocok dengan pemikiran modern. Dalam hal ini, reaksi dari kalangan ahli sejarah dan ahli ekonomi tidak begitu menyenangkan. Mereka telah terbiasa menekankan pada kontinuitas perubahan historis, pada kembalinya masa lampau yang menghasilkan ledakan sosial, dan pada penjelasan tentang tidak adanya lompatan nyata di dalam perkembangan ekonomi.

Jadwal lepas landas tersebut meragukan. Para Sejarawan ekonomi meragukan tahun lepas landas yang dikemukakan oleh Rostow tersebut. Tahun itu juga berbeda – beda antara penerbitan yang satu dengan penerbitan yang lainnya. Tahun lepas landas India misalnya, di dalam artikel ” The Take – Off into Self – Sustained Growth ” disebutkan tahun 1937 sedang dalam penerbitan kemudian, 1952. Sebenarnya memerlukan penelitian bertahun – tahun untuk menentukan benar tidaknya jadwal tersebut sebagaimana diajukan Rostow.

Kemungkinan kegagalan tidak diperhitungkan. Menurut Habakkuk, “ Konsep Pertumbuhan Rostow yang menyamakan dengan dunia penerbangan itu mengabaikan kemungkinan timbulnya tubrukan dan kejatuhan dalam pendaratan

Adapun syarat – syarat yang harus dilakukan untuk lepas landas, yaitu :

  1. Tingkat Pertumbuhan Investasi Adalah Arbitrer ( Subjektif ).

Syarat pertama naiknya tingkat investasi produktif menjadi lebih 10 persen dari pendapatan nasional sangat bersifat subyektif. Sebagaimana Dasgupta tunjukkan, ” Apakah keampuhan dari presentase sebesar itu, selain bahwa dengan 10% tabungan per tahun orang dapat mengharapkan suatu perekonomian memperoleh kecenderungan pendapatan per kapita yang lebih tinggi, kecuali jika rasio modal output dan tingkat pertumbuhan penduduk benar – benar luar biasa tinggi ? Garis batas antara kedua hal itu benar – benar sangat arbitrer ( subjektif ). Demikian juga, tidak ada data historis yang membenarkan adanya kenaikan tajam rasio tabungan pendapatan pada awal industrialisasi. Bahkan sebalinya, rasio secara perlahan seirama dengan pertumbuhan.

  1. Beberapa Industri Tertentu Mungkin Bukan Industri Utama.

Syarat kedua berkaitan dengan perkembangan cepat sektor sektor penting. Rostow memberikan tekanan pada sejumlah sektor utama tertentu, seperti tekstil, jalan kereta api, dan sebagainya. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi tidak selalu diatur atau dapat ditentukan oleh perkembangan beberapa sektor utama saja. Cairncross mempertanyakan manfaat gagasan seperti ini dalam membantu kita memahami lepas landas. Tampaknya tidak ada dasar yang kuat untuk menyatakan suatu sektor sebagai sektor utama secara prioriti. Ia menanyakan ” Apakah hubungan antara konsepsi itu dengan tahap – tahap tersebut ? Kalau pembangunan jalan kereta api dapat dianggap sebagai sektor utama, mengapa distribusi atau pertanian tidak dapat ? ”

  1. Beda Antara Syarat Pertama dan Kedua Kecil.

Syarat terakhir bagi lepas landas adalah hadirnya kerangka budaya yang menobatkan pertumbuhan sebagai ciri utama. Menurut Rostow, syarat penting kehadiran itu adalah ” kemampuan untuk mengerahkan modal dari sumber –  sumber domestik ”, dan ini sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah syarat pertama yang dikemukakan kembali.

4.   Tahap Pendorong Menuju Kedewasaan Menyesatkan dan Membingungkan

Tahap ini mengandung semua segi atau ciri dari tahap lepas landas tingkat investasi netto di atas 10% dari pendapatan nasional, Perkembangan teknik – teknik baru, sektor – sektor dan lembaga – lembaga yang utama. Lalu dimana letak perlunya suatu tahap yang terpisah Pada kenyataannya tidak demikian, sebagaimana diamati oleh Kuznet dan Rostow tidak memberikan pembuktiaan yang mendasar.

5.   Tahap Masyarakat Berkonsumsi Tinggi : Tidak Kronologis

Era konsumsi tinggi didefinisikan sedemikian rupa sehingga negara tertentu seperti Australia dan Kanada telah memasuki tahapan ini bahkan sebelum mencapai tahap kedewasaan. Menurut salah satu kritik ” periode konsumsi tinggi itu tidak mempunyai arti apa – apa selain justru mengurangi daya ideologisnya ”.

DAFTAR PUSTAKA

 

Jhingang, M, I. 1993. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Suryana, Dr, M.Si. 2000. Ekonomi Pembangunan, Jakarta : Salemba Empat.

Kuncoro, Mudrajad. 2006. Ekonomika Pembangunan Teori, Masalah, dan Kebijakan, Yogyakarta :UUP STIMYKPN d/h AMPYKPN.

Todaro, Michael P dan Smith, Stephen C. 2003. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Jakarta : Erlangga.

Delianov. 2007. Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

http://www.answer.com/topic/walt-whitman-rostow

http://id.wikipedia.org/wiki/Walt_Whitman_Rostow

http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/COLDrostow.htm

http://www.bookrags.com/Walt_Whitman_Rostow

http://www.s9.com/Biography/Rostow-Walt_Whitman

«